Puisi Rindu
Senandung Rindu
Penanti layar terus berlabuh
Sampai tepi mulai tak tampak oleh mata
Seakan guncangan badai telah datang
Datang dengan segera
Detak jantung mulai lemah
Organ lain mulai runtuh
Seperti daun berguguran
Dan angin yang berderai kencang
Goncangan ombak silih berganti
Merusak bagan kapal layar
Suasana risau tak dapat ditahan lagi
Sungguh badai itu namanya
Telah hancur berkeping-keping
Kapal layar tak sampai dermaga
Mengundang resah penuh duka
Rasa iba menanti pula
Gejolak hati mulai membeku
Tak dapat hancur bagai kapal layar
Peredam hati mulai dinanti
Agar hilang pedih perih
Penanti layar terus berlabuh
Sampai tepi mulai tak tampak oleh mata
Seakan guncangan badai telah datang
Datang dengan segera
Detak jantung mulai lemah
Organ lain mulai runtuh
Seperti daun berguguran
Dan angin yang berderai kencang
Goncangan ombak silih berganti
Merusak bagan kapal layar
Suasana risau tak dapat ditahan lagi
Sungguh badai itu namanya
Telah hancur berkeping-keping
Kapal layar tak sampai dermaga
Mengundang resah penuh duka
Rasa iba menanti pula
Gejolak hati mulai membeku
Tak dapat hancur bagai kapal layar
Peredam hati mulai dinanti
Agar hilang pedih perih
Komentar
Posting Komentar